Batam, 21 Agustus 2025 – PT Karimun Amanah Nasional sukses menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Mewujudkan Smart City Batam: Akselerasi Infrastruktur Digital, Sistem Pengadaan Digital, dan Proteksi Siber” pada Kamis, 21 Agustus 2025. Acara yang digelar secara daring melalui Zoom ini menghadirkan 432 peserta dari berbagai instansi pemerintahan, lembaga, serta praktisi teknologi informasi, menegaskan komitmen bersama untuk mendorong percepatan transformasi digital di Batam dan sekitarnya.
Acara dipandu oleh Bapak Sutardi, B.Bus & B.Com, Ketua Umum Asosiasi Katalog Elektronik Nasional (AKEN) sekaligus Wakil Ketua Umum VII APTIKNAS, dengan MC Intan Dinara.
FGD dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan sambutan dari dua tokoh nasional. Letjen TNI (Purn) Drs. Nugroho Sulistyo Budi, M.M., M.Han, Kepala BSSN, menekankan pentingnya proteksi siber dalam mendukung transformasi digital nasional.
“Keamanan siber adalah fondasi yang tidak bisa ditawar. Tanpa perlindungan yang kuat, seluruh infrastruktur digital yang kita bangun akan rapuh dan berisiko tinggi. Karena itu, BSSN berkomitmen mendukung pemerintah daerah, termasuk Batam, dalam membangun ketahanan siber yang kokoh,” tegasnya.
Sementara itu, Dr. H. Hendrar Prihadi, S.E., M.M, Kepala LKPP, menyoroti peran vital sistem pengadaan digital.
“Pengadaan digital bukan sekadar perubahan sistem, melainkan transformasi budaya birokrasi menuju tata kelola yang lebih transparan dan akuntabel. LKPP terus mendorong pemanfaatan e-Katalog agar menjadi instrumen utama pengadaan yang modern dan efisien,” ujarnya.
Tiga narasumber utama menyampaikan materi strategis, yaitu:
Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari peserta. Salah satu yang menarik datang dari Yusuf Suprapto, M.T., M.Han. (PT Karimun Amanah Nasional) yang menanyakan bagaimana penerapan security by design dapat mendukung terciptanya iklim investasi yang aman dan kondusif di Batam.
Menjawab hal ini, Dr. Sulistyo dari BSSN menyatakan:
“Konsep security by design sejalan dengan prinsip tata kelola digital yang baik. Dengan mengintegrasikan keamanan sejak tahap perencanaan, maka kita dapat memastikan transparansi, akuntabilitas, serta kepatuhan pada regulasi keamanan nasional. Fondasi yang kuat ini akan meminimalisasi risiko kebocoran data sekaligus menciptakan iklim investasi yang lebih aman di Batam,” jelasnya.
Pertanyaan lain juga menyinggung soal penggunaan blockchain dalam sistem pengadaan, roadmap Smart City Batam, hingga strategi mitigasi digital divide. Semua pertanyaan tersebut memperkaya diskusi dan memperlihatkan betapa luasnya perhatian publik terhadap transformasi digital di Batam.
FGD ini bukan hanya menjadi forum diskusi, tetapi juga pijakan strategis bagi Batam untuk memperkuat posisinya sebagai kota pintar berdaya saing global. Transformasi digital yang berkelanjutan diharapkan mampu mempercepat pelayanan publik, memperkuat investasi, serta mewujudkan tata kelola pemerintahan yang modern, transparan, dan akuntabel.
Sebagai kelanjutan dari komitmen tersebut, Karimun Amanah juga akan hadir sebagai peserta dalam ajang Indonesia Sustainable Procurement Expo (ISPE) 2026, yang akan diselenggarakan pada 8–10 April 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran – Jakarta. ISPE merupakan pameran nasional yang secara khusus mempertemukan penyedia barang dan jasa dengan berbagai instansi pemerintah dari seluruh Indonesia, dalam rangka mendorong pengadaan yang berkelanjutan, transparan, dan berbasis inovasi teknologi. Acara ini menjadi wadah penting bagi pemerintah pusat maupun daerah untuk menjalin kemitraan strategis, memperluas jaringan vendor terpercaya, serta menjajaki solusi pengadaan modern sesuai dengan kebutuhan layanan publik masa kini. Jangan lupa kunjungi booth kami untuk mengenal lebih dekat solusi p




